Biografi Betty Neuman
Betty Neuman lahir di Ohio tahun 1924, dia anak
kedua dari 3 bersaudara dan merupakan anak perempuan satu-satunya.Ketika
berumur 11 tahun bapaknya meninggal setelah 6 tahun dirawat karena CRF. Pujian
bapaknya terhadap perawat mempengaruhi pandangan Neuman tentang perawat dan
komitmennya menjadi perawat terbaik yang selalu dekat dengan pasien.Pekerjaan
ibunya sebagai bidan di desa juga sangat mempengaruhi secara signifikan.
Setelah lulus SMA Neuman tidak dapat melanjutkan pendidikan keperawatan. Dia
bekerja sebagai teknisi pada perusahaan pesawat terbang dan sebagai juru masak
di Ohio dalam rangka menabung untuk pendidikannya dan membantu ibu serta
adiknya. Adanya program wajib militer di keperawatan mempercepat masuknya
Neuman ke sekolah keperawatan.Neuman lulus program diploma RS Rakyat (sekarang
RSUP Akron Ohio) tahun 1947. Neuman menerima gelar BS pada keperawatan
Kesehatan Masyarakat tahun 1957 dan MS Kesehatan Masyarakat serta Konsultan
Keperawatan Jiwa tahun 1966 dari Universitas California LA. Tahun 1985 Neuman
menyelesaikan PHD dalam bidang Clinical Psychology dari Universitas Pasific
Western.
Dia mempraktekkan bed side nursing sebagai staf
kepala dan Private Duty Nurse di berbagai RS. Pekerjaannya di komunitas
termasuk di sekolah-sekolah, perawatan di perusahaan dan sebagai kepala
perawatan di klinik obstetric suaminya dan konseling intervensi krisis di
keperawatan jiwa di komunitas. Tahun 1967, 6 bulan setelah mendapat gelar MS
dia menjadi kepala fakultas dari program dimana ia lulus dan memulai kontribusinya
sebagai guru, dosen, penulis dan konsultan dalam berbagai disiplin ilmu
kesehatan. Tahun 1973, Neuman dan keluarga kembali ke Ohio, sejak itu dia
sebagai konsultan kesehatan jiwa, menyediakan program pendidikan berkelanjutan
dan melanjutkan perkembangan dari modelnya, dia yang pertama kali mendapatkan
California Licensed Clinical Fellows of the American Association of Marriage
& Family Therapy dan tetap melakukan praktek konseling. Model Neuman
aslinya berkembang tahun 1970 ketika itu ada permintaan lulusan Universitas of
California LA untuk pembukaan kursus yang memberikan wawasan tentang aspek
fisiologi,psikologi,sosiokultural dan aspek pengembangan dari kehidupan manusia
(Neuman 1995). Model ini dikembangkan untuk menyediakan struktur yang terintegrasi
dari aspek-aspek diatas secara holistic.Setelah 2 tahun dievaluasi model
tersebut dipublikasikan dalam 3 edisi ( 1982,1989, 1995).
A. TINJAUAN TEORI
1. Perkembangan Sistem Model Neuman
Model sistem Neuman
memberikan warisan baru tentang cara pandang terhadap manusia sebagai makhluk
holistik (memandang manusia secara keseluruhan) meliputi aspek (variable)
fisiologis, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan spiritual yang
berhubungan secara dinamis seiring dengan adanya respon-respon sistem terhadap
stressor baik dari lingkungan internal maupun eksternal.
Komponen utama dari model
ini adalah adanya stress dan reaksi terhadap stress. Klien dipandang sebagai
suatu sistem terbuka yang memiliki siklus input, proses, output dan feedback
sebagai suatu pola organisasi yang dinamis. Dengan menggunakan perspektif
sistem ini, maka kliennya bisa meliputi individu, kelompok, keluarga, komunitas
atau kumpulan agregat lainnya dan dapat diterapkan oleh berbagai disiplin
keilmuan
Tujuan ideal dari model ini adalah untuk
mencapai stabilitas sistem secara optimal. Apabila stabilitas tercapai maka
akan terjadi revitalisasi dan sebagai sistem terbuka maka klien selalu berupaya
untuk memperoleh, meningkatkan, dan mempertahankan keseimbangan diantara
berbagai faktor, baik didalam maupun diluar sistem yang berupaya untuk
mengusahakannya. Neuman menyebut gangguan-gangguan tersebut sebagai stressor
yang memiliki dampak negatif atau positif. Reaksi terhadap stressor bisa
potensial atau aktual melalui respon dan gejala yang dapat diidentifikasi.
2. Konseptual Model Neuman
Neuman menyajikan
aspek-aspek model sistemnya dalam suatu diagram lingkaran konsentris, yang
meliputi variabel fisiologi, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan
spiritual, basic structure dan energy resources, line of resistance, normal
line of defense, fixible line of defense, stressor, reaksi, pencegahan primer,
sekunder, tertier, faktor intra, inter dan ekstra personal, serta rekonstitusi.
Adapun faktor lingkungan, kesehatan, keperawatan dan manusia merupakan bagian
yang melekat pada model ini yang saling berhubungan dan mendukung ke arah
stabilitas sistem.Gambar sistem Neuman ada pada gambar berikut ini.
a. Manusia menurut Neuman
Neuman memandang manusia
atau klien secara keseluruhan (holistic) yang terdiri dari faktor fisiologis,
psikologis, sosial budaya, faktor perkembangan, dan faktor spiritual.
1). Faktor Fisiologis meliputi struktur dan fungsi
tubuh
2) Faktor
psikologis terdiri dari proses dan hubungan mental
3). Faktor
sosial budaya meliputi fungsi sistem yang menghubungkan sosial dan ekspektasi
kultural dan aktivasi.
4) Faktor
perkembangan sepanjang hidup.
5) Faktor spiritual pengaruh kepercayaan
spiritual Faktor-faktor ini berhubungan secara dinamis dan tidak dapat
dipisah-pisahkan.
Klien juga dipandang
mengalami kondisi yang bervariasi,sesuai stress yang dialami. Ketika stressor
terjadi individu banyak membutuhkan informasi atau bantuan untuk mengatasi
stressor. Pemberian motivasi merupakan rencana tindakan perawat untuk membantu
perkembangan klien.
Sistem klien diartikan dalam
struktur dasar dan lingkaran-lingkaran konsentrik yang saling berkaitan .
Struktur dasar meliputi faktor dasar kelangsungan hidup yang lebih umum dari
karakter sehat dan sakit yang merupakan gambaran yang unik dari system klien.
Secara umum gambaran keunikan sistem klien dari Neuman adalah range temperatur normal,
struktur genetik , pola respon, kekuatan dan kelemahan organ, struktr ego dan
pengetahuan atau kebiasaan. Neuman selanjutnya menyatakan bahwa Normal Lines of
Defense adalah
1).Merupakan
lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk individu, sistem
atau kondisi yang menyertai pengaturan karena adanya stressor yang disebut
keadaan wellness normal dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan adanya
deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien.
2)
Berbagai stressor dapat menginvasi normal line defense jika flexible lines of
defense tidak dapat melindungi secara adekuat. Jika itu terjadi maka sistem
klien akan bereaksi yang akan tampak pada adanya gejala ketidakstabilan atau
sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan.
3) Normal
lines of defense terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku seperti pola
koping individu, gaya hidup dan tahap perkembangan.Garis pertahanan flexible/
Flexible Lines of Defense
a)
.Digambarkan sebagai lingkaran putus-putus paling
luar yang berperan memberikan respon awal atau perlindungan pada sistem dari
stressor.
b)
Diibaratkan sebagai suatu accordion yang bisa
menjauh atau mendekat pada normal line of defense. Bila jarak antara flexible
lines of defense dan normal lines of defense meningkat maka tingkat proteksipun
meningkat.
c)
.Melindungi normal line of defense dan bertindak
sebagai buffer untuk mempertahankan keadaan stabil dari sistem klien.
d)
Bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu yang
relatif singkat.
Lines of Resistance Merupakan serangkaian lingkaran putus-putus yang
mengelilingi struktur dasar. Artinya garis resisten ini melindungi struktur
dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari stressor lingkungan melalui
garis normal pertahanan (normal line of defense). Misalnya adalah mekanisme
sistem immun tubuh.
Jika lines of resistance efektif dalam merespon
stressor tersebut, maka sistem depan berkonstitusi, jika tidak efektif maka
energi berkurang dan bisa timbul kematian.
Hubungan dari berbagai variabel (fisiologi, psikologis, sosiokultur,
perkembangan dan spiritual) dapat mempengaruhi tingkat penggunaan flexible
lines of defense terhadap berbagai reaksi terhadap stressor.
b.
Lingkungan menurut Neuman
Menurut Neuman lingkungan
adalah seluruh faktor-faktor internal dan eksternal yang berada di sekitar
klien . Neuman mengatakan baik lingkungan internal maupun ekternal pada manusia
memiliki hubungan yang harmonis dan keduanya mempunyai keseimbangan yang
bervariasi, dimana keseimbangan atau keharmonisan antara lingkungan internal
dan eksternal tersebut dipertahankan. Pengaruh lingkungan terhadap klien atau
sebaliknya bias berdampak positif atau negative. Stressor yang berasal dari
lingkungan meliputi 3 hal yaitu intrapersonal, interpersonal dan extrapersonal.
Neuman membagi lingkungan menjadi 3 yaitu :
- Lingkungan
internal yaitu lingkungan intrapersonal yang ada dalam system klien.
- Lingkungan eksternal adalah lingkungan yang berada
diluar system klien. Kekuatan-kekuatan dan pengaruh interaksi yang berada
diluarnsistem klien.
- Lingkunan yang diciptakan merupakan pertukaran energi dalam system terbuka dengan
lingkungan internal dan eksternal yang bersifat dinamis.Lingkungan ini
tujuannya adalah untuk memberikan stimulus positif kearah kesehatan klien.
Stressor adalah kekuatan lingkungan yang
menghasilkan ketegangan dan berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil.
Neuman mengklasifikasi stressor sebagai berikut :Stressor intrapersonal :
terjadi dalam diri individu/keluarga dan berhubungan dengan lingkungan
internal. Misalnya : respon autoimmun. Stressor interpersonal : yang terjadi
pada satu individu/keluarga atau lebih yang memiliki pengaruh pada sistem.
Misalnya : ekspektasi peran. Stressor ekstrapersonal : juga terjadi diluar
lingkup sistem atau individu/keluarga tetapi lebih jauh jaraknya dari sistem
dari pada stressor interpersonal. Misalnya : sosial politik. Stressor
interpersonal dan extrapersonal berhubungan dengan lingkungan eksternal.
Created environment mencakup ketiga jenis stressor ini.
c. Sehat menurut Neuman
Definisi sehat digambarkan
dengan model komponen.Sehat adalah kondisi dimana bagian dan sub bagian
keseluruhan manusia yang selalu harmoni.Kesehatan manusia dalam status baik
atau sakit, selalu berubah dalam lima variable : fisiologi, psikologi,
sosiobudaya, spiritual dan perkembangan. Sehat relative dan dinamik dengan
stabilitas yang bervariasi.
Garis normal sebagai parameter status sehat. Sehat adalah individual kadang
seimbang atau stabilitas klien atau berubah.
Garis pertahanan manusia dapat
permiabel, berbeda dengan individu lain dan menghasilkan status kesehatan yaitu
garis pertahanan normal.Sehat untuk individu lain mungkin berarti retensi
komponen yang tercontitusi, contoh penggunaan protesa setelah amputasi dapat
menghasilkan garis normal. Sehat untuk individu adalah hubungan antara faktor
genetik dan pengalaman.Tipe definisi sehat mengikuti individu ,tidak ada
standart absolute. Status yang terbaik adalah status optimal untuk klien
bervariasi dari beberapa poin dalam hubungannya dengan konsep dasar
d. Keperawatan menurut Neuman
Neuman menyatakan bahwa
keperawatan memperhatikan manusia secara utuh dan keperawatan adalah sebuah
profesi yang unik yang mempertahankan semua variabel yang mempengaruhi respon
klien terhadap stressor. Melalui penggunaan model keperawatan dapat membantu
individu, keluarga dan kelompok untuk mencapai dan mempertahankan level
maksimum dari total wellness. Keunikan keperawatan adalah berhubungan dengan
integrasi dari semua variabel yang mana mendapat perhatian dari keperawatan .
Neuman (1981) menyatakan bahwa dia memandang model sebagai sesuatu yang berguna
untuk semua profesi kesehatan dimana mereka dan keperawatan mungkin berbagi
bahasa umum dari suatu pengertian. Neuman juga percaya bahwa keperawatan dengan
perspektif yang luas dapat dan seharusnya mengkoordinasi pelayanan kesehatan
untuk pasien supaya fragmentasi pelayanan dapat dicegah.
e. Aktivitas Keperawatan
Perawat dalam model Neuman
dipandang sebagai “aktor” atau pemberi intervensi yang mempunyai tujuan
mengurangi pertemuan individu dengan stressor yang jelas atau meminimalkan
efeknya. Perawat mungkin memilih untuk mengintervensi dengan cara menguatkan
kemampuan klien untuk berespon terhadap stressor. Jadi tanpa memperhatikan
apakah pertemuan dengan stressor itu menghasilkan hasil yang positif atau
negatif, perawat memberikan pelayanan sebagai peserta yang aktif dalam
mendukung pertahanan klien dengan membantu klien berespon yang sesuai terhadap
stressor yang datang. Partisipasi aktif dari klien membenarkan arti dari
pengalamannya dengan perawat. Selanjutnya pembuatan tujuan kolaborasi dan
kemajuannya adalah istilah yang digunakan Neuman untuk menjelaskan aktivitas
antara perawat dank lien. Neuman menyatakan bahwa sekali masalah utama telah
didefinisikan dan diklasifikasikan satu keputusan harus dibuat sebagai bentuk
intervensi apa yang harus diambil sebagai prioritas.Yang membuat keputusan
adalah proses kolaborasi antara perawat dan klien terlibat dalam merundingkan
tujuan kolaborasi yang sesuai. Perawat membantu klien berbeda tergantung
pencegahan primer, sekunder atau tersier yang diperlukan. Dalam situasi
perawatan tiap klien perawat mengkaji dan mengintervensi secara berbeda. Contoh
jika stressor ada di lingkungan klien tapi tidak merusak garis pertahanan
normal (tingkat pencegahan primer), perawat mungkin mengkaji faktor-faktor
resiko dan mencari kemungkinan untuk mengajari atau membantu klien sesuai
dengan kebutuhannya. Jika stressor telah menembus garis pertahanan normal
(tingkat pencegahan sekunder perawat mungkin bertindak untuk menentukan sifat
dari proses penyakit dan mulai berurusan dengan respon maladaptive. Jika
stressor dihasilkan dalam gejala-gejala sisa (tingkat pencegahan tertier)
perawat berusaha untuk membatasi atau mengurangi efek, barangkali dengan
menggunakan sumber-sumber rehabilitasi. Ringkasnya perawat atau profesi
kesehatan lain menggunakan model Neuman adalah pengevaluasi aktif dan pemberi
intervensi aktif. Klien dipandang sebagai aktif tetapi lebih rendah disbanding
perawat berhubungan beberapa perubahan status kesehatan. Keperawatan
digambarkan sebagai profesi yang unik, keunikannya dihubungkan dengan sifat
holistic manusia dan pengaruh dari variable yang berinteraksi dalam lingkungan
internal maupun eksternal. Perawat mengkaji semua factor yang berpengaruh pada
klien..Contoh Neuman menyatakan bahwa lapang persepsi pemberi pelayanan
professional dan klien harus dikaji karena persepsi klien dan caregiver mungkin
bervariasi. Dengan demikian hal ini akan mempengaruhi tindakan caregiver.
Pengkajian persepsi berarti bahwa perawat mengkaji prasangka, kebutuhan dan
nilai-nilai yang dimiliki klien yang berhubungan dengan kondisi klien sebelum
membuat keputusan. Hal ini penting bahwa pengkajian persepsi harus menjadi
aspek yang dimuat karena ini akan sangat berguna pada format proses perawatan
yang selanjutnya dibuat oleh Neuman.
f. Hubungan antara keempat konsep sentral.
Perawat dilihat sebagai parsitipan
yang aktif dan sebagai faktor dalam lingkungan interpersonal yang mempengaruhi
klien. Kesehatan adalah keadaan dinamis yang dipengaruhi oleh waktu dimana
individu tersebut mencari cara untuk memepertahankan beberapa bentuk
stabilitas. Keadaan ini merupakan keadaan yang harmonis pada semua aspek
mausia, keadaan yang tidak harmonis akan menyebabkan keadaan kesehatan
berkurang. Stressor didapat dari lingkungan internal dan eksternal dimana
keduanya ada dalam system klien. Sifat dari stressor kebutuhan klien harus
dikaji oleh perawat sebelum menetapkan perencanaan .
Salah satu kekuatan dalam model ini terletak pada hubungan antara variabel
klien dengan konsep yang termasuk dalam system. Kegunaan dari model ini adalah
1.
Dapat mengkonseptualisasikan klien / system klien
dalam keadaan kesehatan berubah – ubah
2.
Lingkungan internal dan ekternal adalah system yang
dinamis untuk klien
3.
Perawat melakukan pengkajian , pencegahan dan
intervensi pada klien / system klien. Empat metaparadigma konsep keperawatan
saat ini dan semuanya digunakan dalam fungsi keperawatan
B. ANALISA
Pada bab ini akan kelompok uraikan analisis internal, analisa konsep
keperawatan, dan analisis kekuatan dan kelemahan.:
1. Analisis Internal
Asumsi didefinisikan sebagai
dalil yang diterima tanpa harus dibuktikan, beberapa tipe asumsi, tetapi asumsi
dengan banyak kesesuaian antara implisit dan explicit . secara garis besar
asumsi diidentifikasi Neuman sebagai berikut :
a.
Setiap orang
adalah individual unik dengan range respon yang normal.
b.
Beberapa tipe
stressor mungkin dalam garis keseimbangan individual ( garis pertahanan normal
). Stressor alamiah mungkin berdampak keluar yang mana seseorang mungkin
menggunakan garis pertahanan yang flexible.
c.
suatu waktu
manusia dalam respon normal yang mana mereka dalam garis pertahanan normal.
d.
Garis
pertahanan flexible adalah system reaksi yang digunakan untuk pertahanan
stressor, ketika garis pertahanan flexible tidak dapat digunakan untuk
pertahanan stressor, stressor mempengaruhi keseimbangan seseorang.
e.
Garis
pertahanan internal individu stabil dan menghasilkan individu yang normal.
f.
Kesakitan adalah hubungan yang dinamis antara
fisiologi, psikologi, sosio budaya dan perkembangan status.
g.
Pencegahan
utama/primer adalah mengidentifikasi dan semua faktor resiko berhubungan dengan
stressor.
h.
Pencegahan
sekunder berhubungan dengan gejala dan stretegi intervensi.
i.
Pencegahan tersier berhubungan dengan adaptasi atau
hasil rekontruksi.
Asumsi direfleksikan dalam element
dasar pada modul ini. System klien dalam intraksi dengan lingkungan. Dalam
perawatan kesehatan professional dapat dari sebuah model yan spesifik yang mana
intervensi antara stressor dan klien, contoh seorang terapi fisik mungkin
mengindentifikasi stressor akan mempengaruhi otot atau tolong maka intervensi
spesifik akan diatur dari pengetahuan.
Beberapa implikasi dapat
diasumsikan lebih baik, contoh individu klien mempunyai nilai dan usaha
stabilitas atau kesehatan yang prima. Kesehatan professional klien lebih baik
mempunyai respon yang besar untuk status kesehatan ini. Tambahan, perawatan
kesehatan professional adalah dapat membantu klien mencapai dan bertahan dalam
kondisi sehat.
Komunitas dan keluarga yang direferensikan Neuman, tetapi dapat diasumsikan
hanya untuk klien. Neuman mempunyai pernyataan walaupun mengasumsikan konssep
yang original dalam terminology klien. Dia berharap akan meluaskan. Dia percaya
mereka menampilkan yang lebih baik dalam system yang lain. Asumsi untuk system
perawatan kesehatan yang lebih besar yaitu komunitas atau keluarga menjadi
petunjuk, contoh neuman melaporkan dari Ontorio Canada dan propinsi Manitoba
mempunyai kreteria dasar untuk praktek perawatan kesehatan masyarakat dalam
system model Neuman, yang mana sukses dalam implementasi ( Neuman, kominikasi
personal ) Asumsi untuk system yang lebih besar membutuhkan perkembangan dan
evaluasi yang hati – hati dalam menjawab pertanyaan : Apakah komunikasi atau
kelompok normal dan garis pertahanan fleksibel ? Bagaimana keluarga atau kelompok
membantu status kesehatan ? Apakah garis pertahanan keluarga dan komunitas ?
dari presentasi model mungkin digunakan petunjuk untuk menjawab.
2. Analisis Konsep Keperawatan menurut Neuman
Keperawatan memperhatikan semua
hal dan stressor-stressor pontensial kaitannya dengan penggunaan pengaruh dan
potensial dampak stressor lingkungan.
Tujuan Keperawatan adalah menjaga stabilitas system klien, membantu klien untuk
mengurus diri yang mana hal – hal sebagai persyaratan untuk mencapai tahap
kesehatan yang optimum. Memfasilitasi kesehatan yang optimum untuk pasien
melalui memperkuat atau memelihara stabilitas system klien.
Sehat Adalah keadaan baik. Sehat
adalah suatu titik yang bergerak pada rentang negentrophy paling besar ke
entrophy maksimum. Saat semua bagian pada klien berada dalam keadaan harmonis
atau seimbang ketika semua dibutuhkan untuk bertemu, kesehatan optimal
tercapai. kesehatan adalah juga energi.
Manusia terdiri dari Fisiologi,
psikologis, sosiokultural, perkembangan dan spiritual. Diwakili untuk struktur
sentral, garis pertahanan dan garis perlawanan.
Klien adalah manusia yang diancam atau diserang oleh stressor lingkungan.
Lingkungan adalah semua faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi klien
dan system klien. Tiga type lingkungan yang telah diidentifikasi ; internal,
eksternal dan , lingkungan yang diciptakan. Stressor adalah bagian dari
lingkungan, lingkungan internal berisi dalam batas system klien. Lingkungan
eksternal berisi kekuatan-kekuatan diluar system klien. Lingkungan yang
diciptakan merupakan mobilisasi yang tidak disadari klien terdiri dari struktur
komponen-komponen sebagai faktor energi, stabilitas dan integritas.
Masalah keperawatan merupakan
kesehatan system klien yang terancam atau manifestasi aktual respon terhadap
stressor
Proses Keperawatan Neuman
menggambarkan 3 langkah fokus :
- diagnosa keperawatan
- tujuan
keperawatan
- hasil.
Intervensi keperawatan adalah intervensi
yang diidentifikasi oleh Neuman, yaitu tiga komponen tipologi intervensi :
tahap pencegahan primer, sekunder dan tersier. Rekontitusi merupakan bagian dari
tahap pencegahan tersier.
3. Analisis Kekuatan dan Kelemahan Konsep
a. Kekuatan
- Neuman menggunakan diagram yang jelas , diagram ini
digunakan dalam semua penjelasan tentang teori sehingga membuat teori terlihat
menarik. Diagram ini mempertinggi kejelasan dan menyediakan perawat dengan
tantangan – tantangan untuk pertimbangan.
-
Model system
Neuman lebih flexible bias digunakan pada area keperawatan, pendidikan dan
pelatihan keperawatan
b. Kelemahan
- Model Sistem Neuman dapat digunakan oleh semua
profesi kesehatan, sehingga untuk profesi keperawatan menjadi tidak spesifik
- Penjelasan tentang perbedaan stressor interpersonal dan ekstrapersonal masih dirasakan belum
ada perbedaan yang jelas.
- Model system
Neuman tidak membahas secara detail tentang perawat –klien, padahal hubungan
perawat klien merupakan domain penting dalam Asuhan Keperawatan
Daftar
Pustaka
Clark, MJD. 1999. Nursing in the Community: Dimensions of Community Health
Nursing 3th Ed. Stamford: Appleton & Lange (p.391).
Fawcett, Jacqueline (2005), Contemporary Nursing Knowledge : Analysis and
Evaluation of Nursing Model and Theories, Second Ed, FA Davis, Philadelphia.
Fitzpatrick,Joyce J (1989), Conceptual Models of Nursing : Analysis and
Application, Second Ed, Appleton & Lange, California.
George, JB (1995), Nursing Theories, 4 Ed, Appleton & Lange, USA.
Hitchcock,JE, Schubert PE, Thomas S.A (1999), Community Health Nursing: Caring
in Action, Delmar, New York.
Kozier, Barbara, Erb G, Blais K, Wilkinson JM (1995), Fundamentals of Nursing :
Concepts,Process and Practice, 5 ed , Addison-Wesley, California.
Marilyn M. Friedman (1998), Family Nursing, Research. Theory and Practice,
Fourth edition, Applenton & Lange, Stamford, Connecticut, USA.
Marriner Tonney, A, (1994). Nursing Theorists and Their Work, 3rd ed, Mosby
Company, St. Louis.
Meleis, Afaf Ibrahim (1997), Theoretical Nursing : Development and Progress,
Third Ed, Lippincott, New York