Kamis, 17 Desember 2015

Rufaidah Al-Asalmiyah

Biografi Rufaidah Al-Asalmiyah
Rufaidah Al-Asalmiya atau Siti Rufaidah adalah perawat muslim pertama didunia, ia sudah ada jauh sebelum Pioneer of Modern Nurse lahir kedunia. Di Indonesia, nama Rufaidah sendiri masih terasa asing dibandingkan dengan tokoh-tokoh keperawatan dunia yang berasal dari golongan barat. Namun dikalangan Negara arab dan timur tengah, nama Florence Nightingale tidak lebih terkenal dari Rufaidah Al-Asalmiya.
         Rufaidah Al-Asalmiya memiliki nama lengkap Rufaidah Binti Sa’ad Al-Bani Aslam Al-Khazraj. Ia lahir di Yatsrib, Madinah pada tahun 570 M dan wafat pada tahun 632 M. Rufaidah hidup pada masa Rasulullah SAW pada  abad pertama Hijriah atau abad ke-8 Masehi. Ia termasuk golongan kaum Anshor (Golongan pertama yang menganut agama Islam di Madinah).
         Ayah Rufaidah adalah seorang dokter, Rufaidah mempelajari ilmu keperawatan saat ia bekerja membantu ayahnya. Saat kota madinah berkembang, ia mengabdikan diri merawat kaum muslimin yang sakit. Saat tidak terjadi peperangan, Rufaidah membangun tenda diluar Masjid Nabawi untuk merawat kaum muslimin yang sakit. Pada saat perang Badar, Uhud, Khandaq, dan perang Khaibar Rufaidah menjadi sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang. Ia mendirikan rumah sakit lapangan, sehingga Rasulullah SAW memerintahkan korban yang terluka dirawat oleh Rufaidah.
       Prof. Dr. Omar Hasan Kasule, Sr, 1998 dalam studi Paper Presented at the 3rd International Nursing Conference “Empowerment and Health: An Agenda for Nurses in the 21st Century” yang diselenggarakan di Brunei Darussalam 1-4 Nopember 1998, menggambarkan Rufaidah adalah perawat profesional pertama dimasa sejarah islam. Beliau hidup di masa Nabi Muhammad SAW di abad pertama Hijriah/abad ke-8 Sesudah Masehi, dan diilustrasikan sebagai perawat teladan, baik dan bersifat empati. Rufaidah adalah seorang pemimpin, organisatoris, mampu memobilisasi dan memotivasi orang lain. Dan digambarkan pula memiliki pengalaman klinik yang dapat diajarkan kepada perawat lain, yang dilatih dan bekerja dengannya. Dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal semata, namun juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Rufaidah adalah public health nurse dan social worker, yang menjadi inspirasi bagi profesi perawat di dunia Islam.
         Saat perang Badar, Uhud, Khandaq dan Perang Khaibar dia menjadi sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang. Dan mendirikan Rumah sakit lapangan sehingga terkenal saat perang dan Nabi Muhammad SAW sendiri memerintahkan korban yang terluka dirawat olehnya. Pernah digambarkan saat perang Ghazwat al Khandaq, Sa’ad bin Ma’adh yang terluka dan tertancap panah di tangannya, dirawat leh Rufaidah hingga stabil.
         Rufaidah melatih pula beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat, dan dalam perang Khaibar mereka meminta ijin Nabi Muhammad SAW, untuk ikut di garis belakang pertempuran untuk merawat mereka yang terluka, dan Nabi mengijinkannya. Tugas ini digambarkan mulia untuk Rufaidah, dan merupakan pengakuan awal untuk pekerjaaannya di keperawatan dan medis.
        Konstribusi Rufaidah tidak hanya merawat mereka yang terluka akibat perang. Namun juga terlibat dalam aktifitas sosial di komunitasnya. Dia memberikan perhatian kepada setiap muslim, miskin, anak yatim, atau penderita cacat mental. Dia merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan. Rufaidah digambarkan memiliki kepribadian yang luhur dan empati sehingga memberikan pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasiennya dengan baik dan teliti. Sentuhan sisi kemanusiaan adalah hal yang penting bagi perawat, sehingga perkembangan sisi tehnologi dan sisi kemanusiaan (human touch) mesti seimbang. Rufaidah juga digambarkan sebagai pemimpin dan pencetus Sekolah Keperawatan pertama di dunia Isalam, meskipun lokasinya tidak dapat dilaporkan, dia juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit (preventif care) dan menyebarkan pentingnya penyuluhan kesehatan (health education).
         Sejarah islam juga mencatat beberapa nama yang bekerja bersama Rufaidah seperti : Ummu Ammara, Aminah, Ummu Ayman, Safiyat, Ummu Sulaiman, dan Hindun. Beberapa wanita muslim yang terkenal sebagai perawat adalah : Ku’ayibat, Aminah binti Abi Qays Al Ghifari, Ummu Atiyah Al Ansariyat dan Nusaibat binti Ka’ab Al Maziniyat. Litelatur lain menyebutkan beberapa nama yang terkenal menjadi perawat saat masa Nabi Muhammad SAW saat perang dan damai adalah : Rufaidah binti Sa’ad Al Aslamiyyat, Aminah binti Qays al Ghifariyat, Ummu Atiyah Al Anasaiyat, Nusaibat binti Ka’ab Al Amziniyat, Zainab dari kaum Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata.

KESAN DAN PESAN OSPEK PRODI KETUA KELOMPOK (M.izzul arifin ) Rufaidah Al-Asalmiyah

Kesan
Saya sangat merasa Senang di adakan Ospek Prodi Keperawatan karena menambah banyak pengalaman baru dan menambah banyak Ilmu dar Dosen dan Kakak tingkat.
Disini juga aku banyak belajar kedisiplinan terutama disiplin waktu,dan itu sangat-sangat di terapkan sekali semasa OSPEK PRODI berlangsung.

Pesan
Untuk HIMKA semoga semakin mengudara. HIDUP HIMKA !!!!!

Kesan dan pesan ospek prodi, anggota ( Dewi Alfiatus Sa'adah)
Kesan :
Banyak hal yg sudah terjadi, dan banyak hal yg tak mungkin terulangi lagi. itu mungkin spenggal kalimat yg terlukis saat mengikuti acara ospek Prodi ini. tidak banyak orang bisa merasakan apa yang saya rasakan, karena hal itu adalah sebuah anugerah dari ALLAH SWT yang dititipkan sesaat untuk saya. Tak ada rasa yang bisa diungkapkan untuk mewakili rasa bahagia ini, mungkin sederet berlian atau bahkan emas sekalipun tidak akan bisa mewakili rasa ini. Ospek ini telah sangat memberikan banyak pelajaran kepada saya, ospek ini telah membentuk saya manjadi karakter yang jauh lebih baik dari pada sebelumnya.
Ini semua karena kakak-kakak pendamping yang selalu membimbing saya dan menunjukkan pada saya mana yang benar dan  yang salah.
Selain itu, teman-teman prodi Perawat sangat bermakna di hati saya. Mersakan rasanya kebersamaan itu memang ada. Saya yakin besok dan seterusnya kita akan selalu bersama.
Terimakasih untuk keluarga DPM, BEM, HIMKA dan Dosen STIKes WIDIYA CIPTA HUSADA yang berkenan meluangkan waktunya untuk membimbing kami sampai pada titik awal masa depan kami. HIDUP MAHASISWA !!!!!

Pesan :
Semoga HIMKA dapat membuat program-program yang baru yang berguna buwat MAHASISWA ,Masyarakat dan dapat membagakan STIKes Widiya Cipta Husada.

Kesan dan pesan ospek prodi, anggota ( Dita Islamiyah)
Kesan:
Ospek ini telah sangat memberikan pelajaran kepada saya, ospek ini telah membentuk saya manjadi karakter yang jauh lebih baik daripada sebelumnya.
Ini semua karena kakak-kakak ospek yank selalu membimbing saya menunjukkan pada saya man yang benar dan  yang salah.
Slain itu, teman-teman RUFAIDAH yang sangat bermakna di hati saya. Saya yakin besok dan seterusnya kita akan selalu bersama.

Pesan:
Untuk kakak-kakak ospek Prodi, terima kasih banyak atas ilmunya dan waktunya. Halalkan sedikit ilmu yang telah kau berikan padaku. semoga Tuhan membalas dengan ganjaran yang berlipat ganda.
Kesan dan pesan ospek prodi, anggota (Cikitha Rieke Prawito) 
Kesan:
Selama ospek merasa lebih disiplin waktu , menjadi lebih mandiri , lebih bisa meningkatkan rasa kerja sama antara teman sesama kelompok sehingga dapat menumbuhkan sifat suka berorganisasi dengan lingkungan dan mengerti materi dasar tentang keperawatan.
Pesan :
Semoga HIMKA dapat meningkatkan kreatifitas dan menemukan inovasi-inovasi baru bagi kemajuan STIKes WCH dan berguna bagi masyarakat.

Kesan dan pesan ospek prodi, anggota (Diana Eka Pratiwi)
kesan: Kesan-kesaannya hari demi hari saya lalui bersama teman-teman saya satu kelompok yang paling the best, kompak, seru. ospek prodi tahun ini sangat mendidik. Mulai dari pembukaan, materi-materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan penting untuk pengetahuan kita dan untuk kedepannya. Selama ospek merasa lebih disiplin waktu , menjadi lebih mandiri, lebih bisa meningkatkan rasa kerja sama antara teman sesama kelompok sehingga dapat menumbuhkan sifat suka berorganisasi dengan lingkungan. Terima kasih telah diberi kesempatan untuk terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan pelayanan kesehatan yang adatnya kita masih semester 1 tapi kita bisa mendapatkan kegiatan penyuluhan ini sangatlah bermanfaat bagi kami semua karena kitaa mendapat ilmu yang sebelumnya belom pernah kita dapatkan disemester 1, terima kasih untuk semua panita pelaksana, dan dosen-dosen keperawatan STIKES WCH.
pesan: Semoga stikes wch kuhusnya jurusan s1 ilmu keperawatan dapat meningkatkan kreatifitas dan menemukan inovasi-inovasi baru bagi kemajuan kita semua. Semoga dengan telah dilaksanakannya kegiatan ospek selama satu pekan itu bisa menjadikan kami mahasiswa dan mahasiswi stikes wch menjadi orang yang lebih mandiri, disiplin, bertanggung jawab dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya serta selalu kompak dalam segala situasi yang membawa ke arah kebaikan. Untuk HIMKA semoga selalu sukses dan menjadi lebih baik lagi. Hanya saran bagaimana jika HIMKA mempunyai kaos sebagai seragam untuk kepengurusan. J J


Rabu, 16 Desember 2015

BIOGRAFI UMMAYYAH BIN QAIS


SEJARAH UMAYYAH BIN QAIS ( SAHABAT RASULLAH SAW )



Sebuah kalung dihadiahkan Rasulullah SAW atas keberanian Umayyah binti Qais al-Ghiffariah turun ke medan Perang Khaibar. Meski seorang perempuan, keberanian Umayyah untuk membela agama Allah SWT sungguh luar biasa. Ia membela agama Allah sesuai dengan kemampuannya. Wanita pemberani itu turun ke medan perang untuk membantu dan merawat para sahabat yang terluka. Kalung yang disematkan Rasulullah SAW di leher Umayyah, merupakan tanda kekaguman atas pengorbanan dan keberanian sang perawat mujahidah. Umayyah berasal dari suku Ghiffar, keturunan Abu Dzar al-Ghiffari. Pada saat masih beliau, cahaya iman yang ditebarkan Rasulullah SAW menyinari harinya. Ia pun rela menempuh perjalanan jauh demi bertemu tokoh idola sepanjang zaman, Rasulullah SAW. Umayyah menghadap Rasulullah dan berjanji untuk membantu perjuangan dakwah Islamiyah.

Pada tahun ke-7 Hijriah atau 629 M, pasukan Rasulullah SAW bertempur melawan orang-orang Yahudi yang tinggal di Oasis Khaibar, sejauh 150 kilometer dari Madinah atau Timurlaut Semenanjung Arab. Dengan demikian, pertempuran itu dikenal sebagai Perang Khaibar. Perang itu terjadi tak lama setelah Perjanjian Hudaibiyah.Mendengar pasukan Muslimin akan berangkat ke medan perang, Umayyah bersama beberapa wanita dari Bani Ghiffar lalu menghadap Rasulullah SAW. "Wahai Rasulullah, kami ingin keluar bersamamu (ke Khaibar), kami ingin mengobati mereka yang luka dan menolong kaum Muslimin semampu kami," ujar Umayyah seperti dituturkan Ibnu Hisyam dalam "Para Syuhada Wanita Khaibar dan Kisah Wanita dari Suku Ghiffar."Rasulullah SAW pun menjawab, "Berangkatlah atas berkah Allah SWT." Saat itu, usia Umayyah masih belia. "Berangkatlah kami bersama beliau. Saat itu saya masih seorang gadis kecil," ungkap Umayyah. Di perjalanan, Rasulullah membonceng Umayyah di atas kudanya. Umayyah pun mengisahkan pengalaman yang tak pernah terlupakan saat bersama Rasulullah berjihad ke medan perang.



"Demi Allah, pada saat Rasulullah SAW turun pada suatu pagi dari kendaraannya dan menambatkan kudanya, tiba-tiba menetes darah dariku di atas pelana kudanya. Itulah haid pertama saya di atas kuda beliau. Saya benar-benar malu saat itu," papar Umayyahberkisah.
Rasulullah SAW melihat apa yang dialami Umayyah dan berkata, "Janganjangan kamu sedang haid?" Umayyah pun segera menjawab, "Benar, ya, Rasulullah." Lalu, Rasul pun meminta Umayyah membersihkan diri dengan air bercampur garam. Sejak peristiwa itu, Umayyah selalu membersihkan haidnya dengan air yang dibubuhi garam. Bahkan, di hari wafatnya, Umayyah berwasiat untuk dimandikan dengan air yang bergaram.Pada Peperangan Khaibar itu, kaum Muslimin meraih kemenangan. Pasukan Muslimin di bawah komando Ali bin Abi Thalib berhasil meruntuhkan pintu Benteng Na'im--jantung terakhir perlawanan musuh. Benteng Na'im jatuh ke tangan pasukan Islam. Setelah itu, benteng demi benteng dikuasai. Seluruhnya dikuasai melalui pertarungan yang sengit. Orang-orang Yahudi lalu menyerah. Seluruh benteng diserahkan pada umat Islam. Nabi Muhammad SAW memerintahkan pasukannya untuk tetap melindungi warga Yahudi dan seluruh kekayaannya, kecuali Kinana bin Rabi', yang terbukti berbohong saat dimintai keterangan Rasulullah. 
Dari Peperangan Khaibar itu, kaum Muslimin mendapatkan harta rampasan perang yang sangat banyak. Seusai pertempuran, Rasulullah SAW memberikan penghargaan kepada Umayyah berupa sebuah kalung. Hadiah yang diberikan Rasulullah SAW itu begitu bermakna bagi Umayyah. Ia pun tak pernah melepaskan kalung itu dari lehernya sampai jasadnya dikubur di liang lahat, sesuai wasiatnya.Umayyah begitu bangga mendapat penghargaan kalung dari Rasulullah SAW. Kelak, kalung tersebut akan menjadi saksi atas jasa dan perjuangannya. Pada hari Kebangkitan nanti, tutur Muhammad Ibrahim Salim dalam bukunya berjudul Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW, akan dibangkitkan sesuai kondisinya saat meninggal.

"Dari kisah ini, hendaknya para Muslimah meneladani jiwa kepahlawanan Umayyah yang mengikhlaskan dirinya untuk terjun ke medan laga demi mengobati luka dan menolong kaum Muslimin sekuat tenaga," ungkap Ibrahim Salim.
Kisah ini juga mengungkapkan kepada kita sikap seorang pemimpin Islam yang menghargai jasa para pejuang.





KESAN DAN PESAN OSPEK PRODI KETUA KELOMPOK ( NURUL IMAM ) UMAYYAH BIN QAIS

Kesan : ospek prodi yang sangat menyenangkan bisa bergurau canda bersama teman teman keperwatan serta bisa kakak kakak kelas, hal yang paling berkesan adalah tatakala saya sebagai ketua kelompok bernyayi atau memimpin yel yel yang tak ada judulnya , bergoyang tak karuan mengelilingi teman teman sehingga membuat para sahabat dan kakak kakak kelas tertawa. Saya sangat bangga pada teman teman kelompok akan semangatnya yang tak pernah putus, meskipun segala cobaan bagi kelompok kami selalu menghampiri.   ....
Semangat SAHABAT OSPEK PRODI ,,,,,PERJUANGAN KITA MASIH PANJANG, JANGAN SAMPAI PUTUS ASA......OKEE.....UMAYYY...
Pesan : Pesan Buat sahabat ku, jangan pernah putus asa meskipun cobaan itu selalu datang pada kita, karna itu bukti bahwa tuhan masih sayang pada kita semua. Dan pesan buat kakak-kakak panitia tetap semangat menghadapi adik-adik kelasya. SEMANGAT YA KAKAK......BERBAKTILAH PADA ORANG TUA DAN MENGABDILAH PADA BANGSA DAN NEGARA.....OKE ...PISSSSS.... JJJ.............

Kesan dan pesan ospek prodi, anggota ( Ana nurjanah)

Kesan : ospek prodi ini sangat menyenangkan, gokil, meski terkadang ketegangan datang disela-sela kegembiraan. Yang paling berkesan yaitu saat kelompok saya mengalami berbagai cobaan. Entah saat itu saya harus senang, sedih, atau bahkan bunuh diri makan terasi hahaha. Rasanya itu seperti permen nano- nano, rame rasanya.
Pesan : pesan untuk kelompokku umay tetap semangat yaa, untuk kakak tingkat terima kasih sudah membimbing kami, sudah mendampingi kami selama ospek, khususnya untuk keluarga HIMKA.

Kesan dan pesan ospek prodi, anggota ( Nur khozinatul asroriyah)

Kesan :  berkesan sekali karena tantangan dalam kelompok saya, terutama menjelang hari H. Banyak sekali rintangan yang menghadang. Segala cobaan menghampiri kelompok kami , selalu ada saja ....tapi itu semua saya hadapi dengan senyuman meskipun itu menyakitkan. Semnagat ku tak kan luntur demi kelompok kami.
Pesan : Jagalah kesetiaan dan kekompakan kita seperti saat kita ospek ,,,,Pesan Buat Kakak Panitia Semngat Terus Dalam menghadapi Adik-adiknya....

Kesan dan pesan ospek prodi, anggota ( Yuli sri hamsah)

Kesan : Sangat Berpengalaman sekali dalam ospik prodi, menyenangkan, tidak bisa dilupakan.
Pesan : Semanagat Jangan Pernah Putus asa...Raihlah Cita-Citamu...sampai Kau berhasil....

Kesan dan pesan ospek prodi, anggota ( Dian Kartika)

Kesan : Selama satu pekan mengikuti kegiatan ospek banyak sekali pengalaman yang saya dapat, dan pengalamn itu tidak dapatterlupakan bagi saya sendri. Disana saya belajar bagaimana menghargai orang lain. Bertatkram orang yang lebih tua, teman sebaya.disana saya belajar menjadi orang lebih mandiri. Dan selalu menjungjung tinggi arti kejujurn serta kekompakan satu kelompok.
Pesan : Semoga dengan telah di laksanakn ospek , bisa m,enjadikan kami mahasiswa dan mahasiswi menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya serta selalu kompak dala situasi yang membawa ke arah kebaikan. 



Kelebihan Umay adalah Umayyah Merupakan seorang gadis pemberani terogolong sahabat rasullah, beliau tak pernah takut dalam membantu para prajurit peperangan.
Sehingga rasullah saja memberikan penhargaan kepadanya yang berupa kalung yang langsung di berikan oleh rasullah.
Sedaangkan kekurangnya adalah umayyah seorang gadis kecil , dan saat itu pun meskipun beliau pemberani di saat itu alatalat keperawatan untukmembantu para prajurit tiada yang ememadai, memakai dengan bahan seadanya.

Jumat, 04 Desember 2015

Pesan Dan Kesan Kelompok Betty Newman

Shynta Dinar Audia
Kesan :
Hari demi hari saya lalui bersama teman-teman
Saya satu kelompok yang paling the best ,kompak,seru
Prospek tahun ini sangat mendidik. Mulai dari pembukaan, materi-materi yang di sampaikan sangat bermanfaat dan penting untuk pengetahuan kita dan untuk kedepannya.
Pesan:
Semoga di tahun depan membuat acara prospek prodi lebih baik lagi, lebih asik lagi dan jangan sampai lupa yang mendidik tentunya.
Harapan:
Semoga himka kedepannya lebih sukses.


Anisha Yulianti 
Kesan :
Melelahkan tapi seru.
Menghibur pokok e asik .
Pesan :
Semoga tahun depan bisa di adakan lagi bahkan setiap semester awal.
Harus ada randonnya.
Harapan:
Semoga himka semakin dapat memajukan program-programnya.


Anggi Haris Pratiwi
Kesan:
Seneng bisa ikutan prospek prodi….
Hal-hal yang belum tau menjadi tau.
Pesan :
Semoga tahun depan juga bisa diadakan prospek prodi seperti tahun ini
Dan semakin sukses untuk Stikes Widya Cipta Husada
Harapan :
Semoga himka lebih kreatif lagi dan inovasi dalam mengadakan acara-acaranya.

Heni Dina Permatasari
Kesan :
Menyenangkan
Saat prospek prodi waktu seakan berjalan dengan sangat cepat
Ternyata kakak-kakak tingkat itu ramah, tak sejahat yang di bayangkan.
Pesan :
Semoga untuk prospek prodi taun depan akan lebih dan lebih menyenangkan dari prospek prodi tahun ini.
Harapan :
Semoga Himka menjadi lebih baik lagi dari tahun ke tahun, 
semoga sering mengadakan pengabdian masyarakat lagi.

Indi April Wulandari
Kesan : 
sangat menyenangkan
tidak terlupakan
Pesan :
semoga tahun depan ada lagi prospek prodi untuk adik angkatan kita selanjutnya
Harapan :
Semoga Himka selalu mengadakan kegiatan - kegiatan kemanusiaan

M. Solihin
Kesan :
Prospek prodi bisa membuat saya lebih mengenal teman - teman dan kakak tingkat lebih jauh
Pesan :
semoga prospek prodi selalu ada setiap tahun
Harapan :
Semoga Himka selalu ada dan lebih banyak mengadakan kegiatan

 

Sabtu, 28 November 2015

BIOGRAFI DAN TEORI BETTY NEUMAN

Biografi Betty Neuman


Betty Neuman lahir di Ohio tahun 1924, dia anak kedua dari 3 bersaudara dan merupakan anak perempuan satu-satunya.Ketika berumur 11 tahun bapaknya meninggal setelah 6 tahun dirawat karena CRF. Pujian bapaknya terhadap perawat mempengaruhi pandangan Neuman tentang perawat dan komitmennya menjadi perawat terbaik yang selalu dekat dengan pasien.Pekerjaan ibunya sebagai bidan di desa juga sangat mempengaruhi secara signifikan. Setelah lulus SMA Neuman tidak dapat melanjutkan pendidikan keperawatan. Dia bekerja sebagai teknisi pada perusahaan pesawat terbang dan sebagai juru masak di Ohio dalam rangka menabung untuk pendidikannya dan membantu ibu serta adiknya. Adanya program wajib militer di keperawatan mempercepat masuknya Neuman ke sekolah keperawatan.Neuman lulus program diploma RS Rakyat (sekarang RSUP Akron Ohio) tahun 1947. Neuman menerima gelar BS pada keperawatan Kesehatan Masyarakat tahun 1957 dan MS Kesehatan Masyarakat serta Konsultan Keperawatan Jiwa tahun 1966 dari Universitas California LA. Tahun 1985 Neuman menyelesaikan PHD dalam bidang Clinical Psychology dari Universitas Pasific Western.
Dia mempraktekkan bed side nursing sebagai staf kepala dan Private Duty Nurse di berbagai RS. Pekerjaannya di komunitas termasuk di sekolah-sekolah, perawatan di perusahaan dan sebagai kepala perawatan di klinik obstetric suaminya dan konseling intervensi krisis di keperawatan jiwa di komunitas. Tahun 1967, 6 bulan setelah mendapat gelar MS dia menjadi kepala fakultas dari program dimana ia lulus dan memulai kontribusinya sebagai guru, dosen, penulis dan konsultan dalam berbagai disiplin ilmu kesehatan. Tahun 1973, Neuman dan keluarga kembali ke Ohio, sejak itu dia sebagai konsultan kesehatan jiwa, menyediakan program pendidikan berkelanjutan dan melanjutkan perkembangan dari modelnya, dia yang pertama kali mendapatkan California Licensed Clinical Fellows of the American Association of Marriage & Family Therapy dan tetap melakukan praktek konseling. Model Neuman aslinya berkembang tahun 1970 ketika itu ada permintaan lulusan Universitas of California LA untuk pembukaan kursus yang memberikan wawasan tentang aspek fisiologi,psikologi,sosiokultural dan aspek pengembangan dari kehidupan manusia (Neuman 1995). Model ini dikembangkan untuk menyediakan struktur yang terintegrasi dari aspek-aspek diatas secara holistic.Setelah 2 tahun dievaluasi model tersebut dipublikasikan dalam 3 edisi ( 1982,1989, 1995).

A. TINJAUAN TEORI

1. Perkembangan Sistem Model Neuman

            Model sistem Neuman memberikan warisan baru tentang cara pandang terhadap manusia sebagai makhluk holistik (memandang manusia secara keseluruhan) meliputi aspek (variable) fisiologis, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan spiritual yang berhubungan secara dinamis seiring dengan adanya respon-respon sistem terhadap stressor baik dari lingkungan internal maupun eksternal.
             Komponen utama dari model ini adalah adanya stress dan reaksi terhadap stress. Klien dipandang sebagai suatu sistem terbuka yang memiliki siklus input, proses, output dan feedback sebagai suatu pola organisasi yang dinamis. Dengan menggunakan perspektif sistem ini, maka kliennya bisa meliputi individu, kelompok, keluarga, komunitas atau kumpulan agregat lainnya dan dapat diterapkan oleh berbagai disiplin keilmuan
              Tujuan ideal dari model ini adalah untuk mencapai stabilitas sistem secara optimal. Apabila stabilitas tercapai maka akan terjadi revitalisasi dan sebagai sistem terbuka maka klien selalu berupaya untuk memperoleh, meningkatkan, dan mempertahankan keseimbangan diantara berbagai faktor, baik didalam maupun diluar sistem yang berupaya untuk mengusahakannya. Neuman menyebut gangguan-gangguan tersebut sebagai stressor yang memiliki dampak negatif atau positif. Reaksi terhadap stressor bisa potensial atau aktual melalui respon dan gejala yang dapat diidentifikasi.

2. Konseptual Model Neuman

              Neuman menyajikan aspek-aspek model sistemnya dalam suatu diagram lingkaran konsentris, yang meliputi variabel fisiologi, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan spiritual, basic structure dan energy resources, line of resistance, normal line of defense, fixible line of defense, stressor, reaksi, pencegahan primer, sekunder, tertier, faktor intra, inter dan ekstra personal, serta rekonstitusi. Adapun faktor lingkungan, kesehatan, keperawatan dan manusia merupakan bagian yang melekat pada model ini yang saling berhubungan dan mendukung ke arah stabilitas sistem.Gambar sistem Neuman ada pada gambar berikut ini.
a. Manusia menurut Neuman
              Neuman memandang manusia atau klien secara keseluruhan (holistic) yang terdiri dari faktor fisiologis, psikologis, sosial budaya, faktor perkembangan, dan faktor spiritual.
1). Faktor Fisiologis meliputi struktur dan fungsi tubuh
 2) Faktor psikologis terdiri dari proses dan hubungan mental
3). Faktor sosial budaya meliputi fungsi sistem yang menghubungkan sosial dan ekspektasi kultural dan aktivasi.
 4) Faktor perkembangan sepanjang hidup.
 5) Faktor spiritual pengaruh kepercayaan spiritual Faktor-faktor ini berhubungan secara dinamis dan tidak dapat dipisah-pisahkan.

             Klien juga dipandang mengalami kondisi yang bervariasi,sesuai stress yang dialami. Ketika stressor terjadi individu banyak membutuhkan informasi atau bantuan untuk mengatasi stressor. Pemberian motivasi merupakan rencana tindakan perawat untuk membantu perkembangan klien.
             Sistem klien diartikan dalam struktur dasar dan lingkaran-lingkaran konsentrik yang saling berkaitan . Struktur dasar meliputi faktor dasar kelangsungan hidup yang lebih umum dari karakter sehat dan sakit yang merupakan gambaran yang unik dari system klien. Secara umum gambaran keunikan sistem klien dari Neuman adalah range temperatur normal, struktur genetik , pola respon, kekuatan dan kelemahan organ, struktr ego dan pengetahuan atau kebiasaan. Neuman selanjutnya menyatakan bahwa Normal Lines of Defense adalah
1).Merupakan lingkaran utuh yang mencerminkan suatu keadaan stabil untuk individu, sistem atau kondisi yang menyertai pengaturan karena adanya stressor yang disebut keadaan wellness normal dan digunakan sebagai dasar untuk menentukan adanya deviasi dari keadaan wellness untuk sistem klien.
2) Berbagai stressor dapat menginvasi normal line defense jika flexible lines of defense tidak dapat melindungi secara adekuat. Jika itu terjadi maka sistem klien akan bereaksi yang akan tampak pada adanya gejala ketidakstabilan atau sakit dan akan mengurangi kemampuan sistem untuk mengatasi stressor tambahan.
3) Normal lines of defense terbentuk dari beberapa variabel dan perilaku seperti pola koping individu, gaya hidup dan tahap perkembangan.Garis pertahanan flexible/ Flexible Lines of Defense
a)      .Digambarkan sebagai lingkaran putus-putus paling luar yang berperan memberikan respon awal atau perlindungan pada sistem dari stressor.
b)      Diibaratkan sebagai suatu accordion yang bisa menjauh atau mendekat pada normal line of defense. Bila jarak antara flexible lines of defense dan normal lines of defense meningkat maka tingkat proteksipun meningkat.
c)      .Melindungi normal line of defense dan bertindak sebagai buffer untuk mempertahankan keadaan stabil dari sistem klien.
d)     Bersifat dinamis dan dapat berubah dalam waktu yang relatif singkat.
Lines of Resistance Merupakan serangkaian lingkaran putus-putus yang mengelilingi struktur dasar. Artinya garis resisten ini melindungi struktur dasar dan akan teraktivasi jika ada invasi dari stressor lingkungan melalui garis normal pertahanan (normal line of defense). Misalnya adalah mekanisme sistem immun tubuh.
Jika lines of resistance efektif dalam merespon stressor tersebut, maka sistem depan berkonstitusi, jika tidak efektif maka energi berkurang dan bisa timbul kematian.
Hubungan dari berbagai variabel (fisiologi, psikologis, sosiokultur, perkembangan dan spiritual) dapat mempengaruhi tingkat penggunaan flexible lines of defense terhadap berbagai reaksi terhadap stressor.

b. Lingkungan menurut Neuman

           Menurut Neuman lingkungan adalah seluruh faktor-faktor internal dan eksternal yang berada di sekitar klien . Neuman mengatakan baik lingkungan internal maupun ekternal pada manusia memiliki hubungan yang harmonis dan keduanya mempunyai keseimbangan yang bervariasi, dimana keseimbangan atau keharmonisan antara lingkungan internal dan eksternal tersebut dipertahankan. Pengaruh lingkungan terhadap klien atau sebaliknya bias berdampak positif atau negative. Stressor yang berasal dari lingkungan meliputi 3 hal yaitu intrapersonal, interpersonal dan extrapersonal. Neuman membagi lingkungan menjadi 3 yaitu :
 

  1.  Lingkungan internal yaitu lingkungan intrapersonal yang ada dalam system klien.
  2. Lingkungan eksternal adalah lingkungan yang berada diluar system klien. Kekuatan-kekuatan dan pengaruh interaksi yang berada diluarnsistem klien
  3. Lingkunan yang diciptakan merupakan pertukaran energi dalam system terbuka dengan lingkungan internal dan eksternal yang bersifat dinamis.Lingkungan ini tujuannya adalah untuk memberikan stimulus positif kearah kesehatan klien.

Stressor adalah kekuatan lingkungan yang menghasilkan ketegangan dan berpotensial untuk menyebabkan sistem tidak stabil. Neuman mengklasifikasi stressor sebagai berikut :Stressor intrapersonal : terjadi dalam diri individu/keluarga dan berhubungan dengan lingkungan internal. Misalnya : respon autoimmun. Stressor interpersonal : yang terjadi pada satu individu/keluarga atau lebih yang memiliki pengaruh pada sistem. Misalnya : ekspektasi peran. Stressor ekstrapersonal : juga terjadi diluar lingkup sistem atau individu/keluarga tetapi lebih jauh jaraknya dari sistem dari pada stressor interpersonal. Misalnya : sosial politik. Stressor interpersonal dan extrapersonal berhubungan dengan lingkungan eksternal. Created environment mencakup ketiga jenis stressor ini.

c. Sehat menurut Neuman

          Definisi sehat digambarkan dengan model komponen.Sehat adalah kondisi dimana bagian dan sub bagian keseluruhan manusia yang selalu harmoni.Kesehatan manusia dalam status baik atau sakit, selalu berubah dalam lima variable : fisiologi, psikologi, sosiobudaya, spiritual dan perkembangan. Sehat relative dan dinamik dengan stabilitas yang bervariasi.
Garis normal sebagai parameter status sehat. Sehat adalah individual kadang seimbang atau stabilitas klien atau berubah.
          Garis pertahanan manusia dapat permiabel, berbeda dengan individu lain dan menghasilkan status kesehatan yaitu garis pertahanan normal.Sehat untuk individu lain mungkin berarti retensi komponen yang tercontitusi, contoh penggunaan protesa setelah amputasi dapat menghasilkan garis normal. Sehat untuk individu adalah hubungan antara faktor genetik dan pengalaman.Tipe definisi sehat mengikuti individu ,tidak ada standart absolute. Status yang terbaik adalah status optimal untuk klien bervariasi dari beberapa poin dalam hubungannya dengan konsep dasar

d. Keperawatan menurut Neuman

       Neuman menyatakan bahwa keperawatan memperhatikan manusia secara utuh dan keperawatan adalah sebuah profesi yang unik yang mempertahankan semua variabel yang mempengaruhi respon klien terhadap stressor. Melalui penggunaan model keperawatan dapat membantu individu, keluarga dan kelompok untuk mencapai dan mempertahankan level maksimum dari total wellness. Keunikan keperawatan adalah berhubungan dengan integrasi dari semua variabel yang mana mendapat perhatian dari keperawatan . Neuman (1981) menyatakan bahwa dia memandang model sebagai sesuatu yang berguna untuk semua profesi kesehatan dimana mereka dan keperawatan mungkin berbagi bahasa umum dari suatu pengertian. Neuman juga percaya bahwa keperawatan dengan perspektif yang luas dapat dan seharusnya mengkoordinasi pelayanan kesehatan untuk pasien supaya fragmentasi pelayanan dapat dicegah.

e. Aktivitas Keperawatan

      Perawat dalam model Neuman dipandang sebagai “aktor” atau pemberi intervensi yang mempunyai tujuan mengurangi pertemuan individu dengan stressor yang jelas atau meminimalkan efeknya. Perawat mungkin memilih untuk mengintervensi dengan cara menguatkan kemampuan klien untuk berespon terhadap stressor. Jadi tanpa memperhatikan apakah pertemuan dengan stressor itu menghasilkan hasil yang positif atau negatif, perawat memberikan pelayanan sebagai peserta yang aktif dalam mendukung pertahanan klien dengan membantu klien berespon yang sesuai terhadap stressor yang datang. Partisipasi aktif dari klien membenarkan arti dari pengalamannya dengan perawat. Selanjutnya pembuatan tujuan kolaborasi dan kemajuannya adalah istilah yang digunakan Neuman untuk menjelaskan aktivitas antara perawat dank lien. Neuman menyatakan bahwa sekali masalah utama telah didefinisikan dan diklasifikasikan satu keputusan harus dibuat sebagai bentuk intervensi apa yang harus diambil sebagai prioritas.Yang membuat keputusan adalah proses kolaborasi antara perawat dan klien terlibat dalam merundingkan tujuan kolaborasi yang sesuai. Perawat membantu klien berbeda tergantung pencegahan primer, sekunder atau tersier yang diperlukan. Dalam situasi perawatan tiap klien perawat mengkaji dan mengintervensi secara berbeda. Contoh jika stressor ada di lingkungan klien tapi tidak merusak garis pertahanan normal (tingkat pencegahan primer), perawat mungkin mengkaji faktor-faktor resiko dan mencari kemungkinan untuk mengajari atau membantu klien sesuai dengan kebutuhannya. Jika stressor telah menembus garis pertahanan normal (tingkat pencegahan sekunder perawat mungkin bertindak untuk menentukan sifat dari proses penyakit dan mulai berurusan dengan respon maladaptive. Jika stressor dihasilkan dalam gejala-gejala sisa (tingkat pencegahan tertier) perawat berusaha untuk membatasi atau mengurangi efek, barangkali dengan menggunakan sumber-sumber rehabilitasi. Ringkasnya perawat atau profesi kesehatan lain menggunakan model Neuman adalah pengevaluasi aktif dan pemberi intervensi aktif. Klien dipandang sebagai aktif tetapi lebih rendah disbanding perawat berhubungan beberapa perubahan status kesehatan. Keperawatan digambarkan sebagai profesi yang unik, keunikannya dihubungkan dengan sifat holistic manusia dan pengaruh dari variable yang berinteraksi dalam lingkungan internal maupun eksternal. Perawat mengkaji semua factor yang berpengaruh pada klien..Contoh Neuman menyatakan bahwa lapang persepsi pemberi pelayanan professional dan klien harus dikaji karena persepsi klien dan caregiver mungkin bervariasi. Dengan demikian hal ini akan mempengaruhi tindakan caregiver. Pengkajian persepsi berarti bahwa perawat mengkaji prasangka, kebutuhan dan nilai-nilai yang dimiliki klien yang berhubungan dengan kondisi klien sebelum membuat keputusan. Hal ini penting bahwa pengkajian persepsi harus menjadi aspek yang dimuat karena ini akan sangat berguna pada format proses perawatan yang selanjutnya dibuat oleh Neuman.

f. Hubungan antara keempat konsep sentral.

         Perawat dilihat sebagai parsitipan yang aktif dan sebagai faktor dalam lingkungan interpersonal yang mempengaruhi klien. Kesehatan adalah keadaan dinamis yang dipengaruhi oleh waktu dimana individu tersebut mencari cara untuk memepertahankan beberapa bentuk stabilitas. Keadaan ini merupakan keadaan yang harmonis pada semua aspek mausia, keadaan yang tidak harmonis akan menyebabkan keadaan kesehatan berkurang. Stressor didapat dari lingkungan internal dan eksternal dimana keduanya ada dalam system klien. Sifat dari stressor kebutuhan klien harus dikaji oleh perawat sebelum menetapkan perencanaan .
Salah satu kekuatan dalam model ini terletak pada hubungan antara variabel klien dengan konsep yang termasuk dalam system. Kegunaan dari model ini adalah
1.      Dapat mengkonseptualisasikan klien / system klien dalam keadaan kesehatan berubah – ubah
2.      Lingkungan internal dan ekternal adalah system yang dinamis untuk klien
3.      Perawat melakukan pengkajian , pencegahan dan intervensi pada klien / system klien. Empat metaparadigma konsep keperawatan saat ini dan semuanya digunakan dalam fungsi keperawatan
B. ANALISA
Pada bab ini akan kelompok uraikan analisis internal, analisa konsep keperawatan, dan analisis kekuatan dan kelemahan.:
1. Analisis Internal
         Asumsi didefinisikan sebagai dalil yang diterima tanpa harus dibuktikan, beberapa tipe asumsi, tetapi asumsi dengan banyak kesesuaian antara implisit dan explicit . secara garis besar asumsi diidentifikasi Neuman sebagai berikut :
a.        Setiap orang adalah individual unik dengan range respon yang normal.
b.       Beberapa tipe stressor mungkin dalam garis keseimbangan individual ( garis pertahanan normal ). Stressor alamiah mungkin berdampak keluar yang mana seseorang mungkin menggunakan garis pertahanan yang flexible.
c.        suatu waktu manusia dalam respon normal yang mana mereka dalam garis pertahanan normal.
d.       Garis pertahanan flexible adalah system reaksi yang digunakan untuk pertahanan stressor, ketika garis pertahanan flexible tidak dapat digunakan untuk pertahanan stressor, stressor mempengaruhi keseimbangan seseorang.
e.        Garis pertahanan internal individu stabil dan menghasilkan individu yang normal.
f.       Kesakitan adalah hubungan yang dinamis antara fisiologi, psikologi, sosio budaya dan perkembangan status.
g.       Pencegahan utama/primer adalah mengidentifikasi dan semua faktor resiko berhubungan dengan stressor.
h.       Pencegahan sekunder berhubungan dengan gejala dan stretegi intervensi.
i.        Pencegahan tersier berhubungan dengan adaptasi atau hasil rekontruksi.
             Asumsi direfleksikan dalam element dasar pada modul ini. System klien dalam intraksi dengan lingkungan. Dalam perawatan kesehatan professional dapat dari sebuah model yan spesifik yang mana intervensi antara stressor dan klien, contoh seorang terapi fisik mungkin mengindentifikasi stressor akan mempengaruhi otot atau tolong maka intervensi spesifik akan diatur dari pengetahuan.
            Beberapa implikasi dapat diasumsikan lebih baik, contoh individu klien mempunyai nilai dan usaha stabilitas atau kesehatan yang prima. Kesehatan professional klien lebih baik mempunyai respon yang besar untuk status kesehatan ini. Tambahan, perawatan kesehatan professional adalah dapat membantu klien mencapai dan bertahan dalam kondisi sehat.
Komunitas dan keluarga yang direferensikan Neuman, tetapi dapat diasumsikan hanya untuk klien. Neuman mempunyai pernyataan walaupun mengasumsikan konssep yang original dalam terminology klien. Dia berharap akan meluaskan. Dia percaya mereka menampilkan yang lebih baik dalam system yang lain. Asumsi untuk system perawatan kesehatan yang lebih besar yaitu komunitas atau keluarga menjadi petunjuk, contoh neuman melaporkan dari Ontorio Canada dan propinsi Manitoba mempunyai kreteria dasar untuk praktek perawatan kesehatan masyarakat dalam system model Neuman, yang mana sukses dalam implementasi ( Neuman, kominikasi personal ) Asumsi untuk system yang lebih besar membutuhkan perkembangan dan evaluasi yang hati – hati dalam menjawab pertanyaan : Apakah komunikasi atau kelompok normal dan garis pertahanan fleksibel ? Bagaimana keluarga atau kelompok membantu status kesehatan ? Apakah garis pertahanan keluarga dan komunitas ? dari presentasi model mungkin digunakan petunjuk untuk menjawab.

2. Analisis Konsep Keperawatan menurut Neuman

        Keperawatan memperhatikan semua hal dan stressor-stressor pontensial kaitannya dengan penggunaan pengaruh dan potensial dampak stressor lingkungan.
Tujuan Keperawatan adalah menjaga stabilitas system klien, membantu klien untuk mengurus diri yang mana hal – hal sebagai persyaratan untuk mencapai tahap kesehatan yang optimum. Memfasilitasi kesehatan yang optimum untuk pasien melalui memperkuat atau memelihara stabilitas system klien.
       Sehat Adalah keadaan baik. Sehat adalah suatu titik yang bergerak pada rentang negentrophy paling besar ke entrophy maksimum. Saat semua bagian pada klien berada dalam keadaan harmonis atau seimbang ketika semua dibutuhkan untuk bertemu, kesehatan optimal tercapai. kesehatan adalah juga energi.
        Manusia terdiri dari Fisiologi, psikologis, sosiokultural, perkembangan dan spiritual. Diwakili untuk struktur sentral, garis pertahanan dan garis perlawanan.
Klien adalah manusia yang diancam atau diserang oleh stressor lingkungan.
Lingkungan adalah semua faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi klien dan system klien. Tiga type lingkungan yang telah diidentifikasi ; internal, eksternal dan , lingkungan yang diciptakan. Stressor adalah bagian dari lingkungan, lingkungan internal berisi dalam batas system klien. Lingkungan eksternal berisi kekuatan-kekuatan diluar system klien. Lingkungan yang diciptakan merupakan mobilisasi yang tidak disadari klien terdiri dari struktur komponen-komponen sebagai faktor energi, stabilitas dan integritas.
       Masalah keperawatan merupakan kesehatan system klien yang terancam atau manifestasi aktual respon terhadap stressor
       Proses Keperawatan Neuman menggambarkan 3 langkah fokus :

  1. diagnosa keperawatan       
  2. tujuan keperawatan 
  3.   hasil.

       Intervensi keperawatan adalah intervensi yang diidentifikasi oleh Neuman, yaitu tiga komponen tipologi intervensi : tahap pencegahan primer, sekunder dan tersier. Rekontitusi merupakan bagian dari tahap pencegahan tersier.

3. Analisis Kekuatan dan Kelemahan Konsep

a. Kekuatan
  1.  Neuman menggunakan diagram yang jelas , diagram ini digunakan dalam semua penjelasan tentang teori sehingga membuat teori terlihat menarik. Diagram ini mempertinggi kejelasan dan menyediakan perawat dengan tantangan – tantangan untuk pertimbangan. 
  2.   Model system Neuman lebih flexible bias digunakan pada area keperawatan, pendidikan dan pelatihan keperawatan
b. Kelemahan
  1.  Model Sistem Neuman dapat digunakan oleh semua profesi kesehatan, sehingga untuk profesi keperawatan menjadi tidak spesifik   
  2. Penjelasan tentang perbedaan stressor interpersonal dan ekstrapersonal masih dirasakan belum ada perbedaan yang jelas. 
  3. Model  system Neuman tidak membahas secara detail tentang perawat –klien, padahal hubungan perawat klien merupakan domain penting dalam Asuhan Keperawatan
Daftar Pustaka

Clark, MJD. 1999. Nursing in the Community: Dimensions of Community Health Nursing 3th Ed. Stamford: Appleton & Lange (p.391).

Fawcett, Jacqueline (2005), Contemporary Nursing Knowledge : Analysis and Evaluation of Nursing Model and Theories, Second Ed, FA Davis, Philadelphia.

Fitzpatrick,Joyce J (1989), Conceptual Models of Nursing : Analysis and Application, Second Ed, Appleton & Lange, California.

George, JB (1995), Nursing Theories, 4 Ed, Appleton & Lange, USA.

Hitchcock,JE, Schubert PE, Thomas S.A (1999), Community Health Nursing: Caring in Action, Delmar, New York.

Kozier, Barbara, Erb G, Blais K, Wilkinson JM (1995), Fundamentals of Nursing : Concepts,Process and Practice, 5 ed , Addison-Wesley, California.

Marilyn M. Friedman (1998), Family Nursing, Research. Theory and Practice, Fourth edition, Applenton & Lange, Stamford, Connecticut, USA.

Marriner Tonney, A, (1994). Nursing Theorists and Their Work, 3rd ed, Mosby Company, St. Louis.

Meleis, Afaf Ibrahim (1997), Theoretical Nursing : Development and Progress, Third Ed, Lippincott, New York