Kamis, 17 Desember 2015

Rufaidah Al-Asalmiyah

Biografi Rufaidah Al-Asalmiyah
Rufaidah Al-Asalmiya atau Siti Rufaidah adalah perawat muslim pertama didunia, ia sudah ada jauh sebelum Pioneer of Modern Nurse lahir kedunia. Di Indonesia, nama Rufaidah sendiri masih terasa asing dibandingkan dengan tokoh-tokoh keperawatan dunia yang berasal dari golongan barat. Namun dikalangan Negara arab dan timur tengah, nama Florence Nightingale tidak lebih terkenal dari Rufaidah Al-Asalmiya.
         Rufaidah Al-Asalmiya memiliki nama lengkap Rufaidah Binti Sa’ad Al-Bani Aslam Al-Khazraj. Ia lahir di Yatsrib, Madinah pada tahun 570 M dan wafat pada tahun 632 M. Rufaidah hidup pada masa Rasulullah SAW pada  abad pertama Hijriah atau abad ke-8 Masehi. Ia termasuk golongan kaum Anshor (Golongan pertama yang menganut agama Islam di Madinah).
         Ayah Rufaidah adalah seorang dokter, Rufaidah mempelajari ilmu keperawatan saat ia bekerja membantu ayahnya. Saat kota madinah berkembang, ia mengabdikan diri merawat kaum muslimin yang sakit. Saat tidak terjadi peperangan, Rufaidah membangun tenda diluar Masjid Nabawi untuk merawat kaum muslimin yang sakit. Pada saat perang Badar, Uhud, Khandaq, dan perang Khaibar Rufaidah menjadi sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang. Ia mendirikan rumah sakit lapangan, sehingga Rasulullah SAW memerintahkan korban yang terluka dirawat oleh Rufaidah.
       Prof. Dr. Omar Hasan Kasule, Sr, 1998 dalam studi Paper Presented at the 3rd International Nursing Conference “Empowerment and Health: An Agenda for Nurses in the 21st Century” yang diselenggarakan di Brunei Darussalam 1-4 Nopember 1998, menggambarkan Rufaidah adalah perawat profesional pertama dimasa sejarah islam. Beliau hidup di masa Nabi Muhammad SAW di abad pertama Hijriah/abad ke-8 Sesudah Masehi, dan diilustrasikan sebagai perawat teladan, baik dan bersifat empati. Rufaidah adalah seorang pemimpin, organisatoris, mampu memobilisasi dan memotivasi orang lain. Dan digambarkan pula memiliki pengalaman klinik yang dapat diajarkan kepada perawat lain, yang dilatih dan bekerja dengannya. Dia tidak hanya melaksanakan peran perawat dalam aspek klinikal semata, namun juga melaksanakan peran komunitas dan memecahkan masalah sosial yang dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Rufaidah adalah public health nurse dan social worker, yang menjadi inspirasi bagi profesi perawat di dunia Islam.
         Saat perang Badar, Uhud, Khandaq dan Perang Khaibar dia menjadi sukarelawan dan merawat korban yang terluka akibat perang. Dan mendirikan Rumah sakit lapangan sehingga terkenal saat perang dan Nabi Muhammad SAW sendiri memerintahkan korban yang terluka dirawat olehnya. Pernah digambarkan saat perang Ghazwat al Khandaq, Sa’ad bin Ma’adh yang terluka dan tertancap panah di tangannya, dirawat leh Rufaidah hingga stabil.
         Rufaidah melatih pula beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat, dan dalam perang Khaibar mereka meminta ijin Nabi Muhammad SAW, untuk ikut di garis belakang pertempuran untuk merawat mereka yang terluka, dan Nabi mengijinkannya. Tugas ini digambarkan mulia untuk Rufaidah, dan merupakan pengakuan awal untuk pekerjaaannya di keperawatan dan medis.
        Konstribusi Rufaidah tidak hanya merawat mereka yang terluka akibat perang. Namun juga terlibat dalam aktifitas sosial di komunitasnya. Dia memberikan perhatian kepada setiap muslim, miskin, anak yatim, atau penderita cacat mental. Dia merawat anak yatim dan memberikan bekal pendidikan. Rufaidah digambarkan memiliki kepribadian yang luhur dan empati sehingga memberikan pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasiennya dengan baik dan teliti. Sentuhan sisi kemanusiaan adalah hal yang penting bagi perawat, sehingga perkembangan sisi tehnologi dan sisi kemanusiaan (human touch) mesti seimbang. Rufaidah juga digambarkan sebagai pemimpin dan pencetus Sekolah Keperawatan pertama di dunia Isalam, meskipun lokasinya tidak dapat dilaporkan, dia juga merupakan penyokong advokasi pencegahan penyakit (preventif care) dan menyebarkan pentingnya penyuluhan kesehatan (health education).
         Sejarah islam juga mencatat beberapa nama yang bekerja bersama Rufaidah seperti : Ummu Ammara, Aminah, Ummu Ayman, Safiyat, Ummu Sulaiman, dan Hindun. Beberapa wanita muslim yang terkenal sebagai perawat adalah : Ku’ayibat, Aminah binti Abi Qays Al Ghifari, Ummu Atiyah Al Ansariyat dan Nusaibat binti Ka’ab Al Maziniyat. Litelatur lain menyebutkan beberapa nama yang terkenal menjadi perawat saat masa Nabi Muhammad SAW saat perang dan damai adalah : Rufaidah binti Sa’ad Al Aslamiyyat, Aminah binti Qays al Ghifariyat, Ummu Atiyah Al Anasaiyat, Nusaibat binti Ka’ab Al Amziniyat, Zainab dari kaum Bani Awad yang ahli dalam penyakit dan bedah mata.

KESAN DAN PESAN OSPEK PRODI KETUA KELOMPOK (M.izzul arifin ) Rufaidah Al-Asalmiyah

Kesan
Saya sangat merasa Senang di adakan Ospek Prodi Keperawatan karena menambah banyak pengalaman baru dan menambah banyak Ilmu dar Dosen dan Kakak tingkat.
Disini juga aku banyak belajar kedisiplinan terutama disiplin waktu,dan itu sangat-sangat di terapkan sekali semasa OSPEK PRODI berlangsung.

Pesan
Untuk HIMKA semoga semakin mengudara. HIDUP HIMKA !!!!!

Kesan dan pesan ospek prodi, anggota ( Dewi Alfiatus Sa'adah)
Kesan :
Banyak hal yg sudah terjadi, dan banyak hal yg tak mungkin terulangi lagi. itu mungkin spenggal kalimat yg terlukis saat mengikuti acara ospek Prodi ini. tidak banyak orang bisa merasakan apa yang saya rasakan, karena hal itu adalah sebuah anugerah dari ALLAH SWT yang dititipkan sesaat untuk saya. Tak ada rasa yang bisa diungkapkan untuk mewakili rasa bahagia ini, mungkin sederet berlian atau bahkan emas sekalipun tidak akan bisa mewakili rasa ini. Ospek ini telah sangat memberikan banyak pelajaran kepada saya, ospek ini telah membentuk saya manjadi karakter yang jauh lebih baik dari pada sebelumnya.
Ini semua karena kakak-kakak pendamping yang selalu membimbing saya dan menunjukkan pada saya mana yang benar dan  yang salah.
Selain itu, teman-teman prodi Perawat sangat bermakna di hati saya. Mersakan rasanya kebersamaan itu memang ada. Saya yakin besok dan seterusnya kita akan selalu bersama.
Terimakasih untuk keluarga DPM, BEM, HIMKA dan Dosen STIKes WIDIYA CIPTA HUSADA yang berkenan meluangkan waktunya untuk membimbing kami sampai pada titik awal masa depan kami. HIDUP MAHASISWA !!!!!

Pesan :
Semoga HIMKA dapat membuat program-program yang baru yang berguna buwat MAHASISWA ,Masyarakat dan dapat membagakan STIKes Widiya Cipta Husada.

Kesan dan pesan ospek prodi, anggota ( Dita Islamiyah)
Kesan:
Ospek ini telah sangat memberikan pelajaran kepada saya, ospek ini telah membentuk saya manjadi karakter yang jauh lebih baik daripada sebelumnya.
Ini semua karena kakak-kakak ospek yank selalu membimbing saya menunjukkan pada saya man yang benar dan  yang salah.
Slain itu, teman-teman RUFAIDAH yang sangat bermakna di hati saya. Saya yakin besok dan seterusnya kita akan selalu bersama.

Pesan:
Untuk kakak-kakak ospek Prodi, terima kasih banyak atas ilmunya dan waktunya. Halalkan sedikit ilmu yang telah kau berikan padaku. semoga Tuhan membalas dengan ganjaran yang berlipat ganda.
Kesan dan pesan ospek prodi, anggota (Cikitha Rieke Prawito) 
Kesan:
Selama ospek merasa lebih disiplin waktu , menjadi lebih mandiri , lebih bisa meningkatkan rasa kerja sama antara teman sesama kelompok sehingga dapat menumbuhkan sifat suka berorganisasi dengan lingkungan dan mengerti materi dasar tentang keperawatan.
Pesan :
Semoga HIMKA dapat meningkatkan kreatifitas dan menemukan inovasi-inovasi baru bagi kemajuan STIKes WCH dan berguna bagi masyarakat.

Kesan dan pesan ospek prodi, anggota (Diana Eka Pratiwi)
kesan: Kesan-kesaannya hari demi hari saya lalui bersama teman-teman saya satu kelompok yang paling the best, kompak, seru. ospek prodi tahun ini sangat mendidik. Mulai dari pembukaan, materi-materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan penting untuk pengetahuan kita dan untuk kedepannya. Selama ospek merasa lebih disiplin waktu , menjadi lebih mandiri, lebih bisa meningkatkan rasa kerja sama antara teman sesama kelompok sehingga dapat menumbuhkan sifat suka berorganisasi dengan lingkungan. Terima kasih telah diberi kesempatan untuk terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan pelayanan kesehatan yang adatnya kita masih semester 1 tapi kita bisa mendapatkan kegiatan penyuluhan ini sangatlah bermanfaat bagi kami semua karena kitaa mendapat ilmu yang sebelumnya belom pernah kita dapatkan disemester 1, terima kasih untuk semua panita pelaksana, dan dosen-dosen keperawatan STIKES WCH.
pesan: Semoga stikes wch kuhusnya jurusan s1 ilmu keperawatan dapat meningkatkan kreatifitas dan menemukan inovasi-inovasi baru bagi kemajuan kita semua. Semoga dengan telah dilaksanakannya kegiatan ospek selama satu pekan itu bisa menjadikan kami mahasiswa dan mahasiswi stikes wch menjadi orang yang lebih mandiri, disiplin, bertanggung jawab dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya serta selalu kompak dalam segala situasi yang membawa ke arah kebaikan. Untuk HIMKA semoga selalu sukses dan menjadi lebih baik lagi. Hanya saran bagaimana jika HIMKA mempunyai kaos sebagai seragam untuk kepengurusan. J J


Tidak ada komentar:

Posting Komentar